TERKINI

Mangrove untuk Jejak Karbon Delegasi COP31, Hasilnya Perlu Dibuktikan

Mangrove untuk Jejak Karbon Delegasi COP31, Hasilnya Perlu Dibuktikan
LINGKUNGAN
Dok Kementerian Kehutanan
Peserta aksi penanaman mangrove berfoto bersama di Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta, Jumat (30/10/2026

Angka itu merupakan proyeksi berdasarkan asumsi, bukan hasil pengukuran karbon yang sudah terserap. KLH/BPLH juga menyatakan penanaman membutuhkan pemeliharaan jangka panjang dan penyulaman.

Keberhasilan mangrove melampaui jumlah bibit

Konteks ekologis menentukan apakah proyeksi tersebut dapat tercapai. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menjelaskan bahwa ketidaksesuaian jenis mangrove dengan kondisi hidrologi, termasuk frekuensi dan kedalaman genangan pasang, merupakan penyebab utama kegagalan restorasi.

FAO juga mengingatkan bahwa fokus berlebihan pada penanaman dapat menghasilkan tegakan pohon tanpa memulihkan fungsi ekosistem mangrove sebagai habitat ikan, kepiting, dan organisme lain yang menopang kehidupan masyarakat.

Program Lingkungan PBB (UNEP) menekankan perlunya memahami penyebab kerusakan sebelum menanam. Ketika tekanan seperti pencemaran atau pemanenan berlebihan dapat dihentikan, mangrove pada kondisi tertentu bisa pulih secara alami. Pelibatan masyarakat dan pemilihan bibit lokal juga menjadi bagian penting pemulihan.

Apa yang perlu dibuka kepada publik?

Rilis KLH/BPLH belum merinci metode penghitungan emisi penerbangan maupun dasar penerapan asumsi serapan per pohon pada lokasi penanaman tersebut.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Karhutla Sumsel: Pemulihan Gambut Perlu Melampaui Penanganan Darurat ARTIKEL BERIKUTNYA Lima Botol Plastik Jadi Satu Bibit, Tangsel Dorong Warga Memilah Sampah dari Rumah
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
2 bulan yang lalu
2 bulan yang lalu