TERKINI

Jaga Kedaulatan Karbon, Pemerintah Siapkan Buku Pintar dan Batas Emisi

Jaga Kedaulatan Karbon, Pemerintah Siapkan Buku Pintar dan Batas Emisi
EKONOMI HIJAU
Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat memimpin diskusi strategis dalam Bimbingan Teknis Tata Kelola Penerapan Nilai Ekonomi Karbon di Bogor, Selasa, 1 September 2026.

BOGOR, GARISBUMI.com – Pemerintah memperkuat tata kelola perdagangan karbon nasional untuk mencegah Indonesia dirugikan dalam persaingan pasar karbon global. Dua instrumen yang disiapkan adalah buku pintar karbon dan penetapan batas emisi bagi pelaku usaha.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan, pemerintah harus menguasai peta jalan perdagangan karbon secara menyeluruh. Penguasaan tersebut dinilai penting untuk melindungi kepentingan dan kedaulatan Indonesia dari berbagai celah penyiasatan dalam transaksi karbon global.

Penegasan itu disampaikan Jumhur saat memimpin diskusi strategis dalam Bimbingan Teknis Tata Kelola Penerapan Nilai Ekonomi Karbon di Bogor, Selasa, 1 September 2026.

Menurut dia, pengetahuan mengenai perdagangan karbon tidak boleh hanya dikuasai oleh pejabat di tingkat kementerian. Pemahaman yang sama harus dimiliki pemerintah daerah, mulai dari gubernur hingga bupati, karena mereka berhadapan langsung dengan pelaku usaha di wilayah masing-masing.

“Gubernur, bupati itu juga ingin tahu apa sebenarnya perdagangan karbon,” ujar Jumhur.

 

Pemerintah Susun Buku Pintar Karbon

 

Untuk menyamakan pemahaman aparatur pemerintah pusat dan daerah, Jumhur menginstruksikan penyusunan buku pintar karbon.

Panduan praktis tersebut akan memuat penjelasan mengenai istilah, regulasi, pelaku, mekanisme, dan tata kelola perdagangan karbon. Seluruh materi akan disajikan dengan bahasa yang lugas agar mudah dipahami dan diterapkan oleh pemerintah daerah.

Alur Baca Berita Halaman 1 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Indonesia Bidik Investasi Nuklir dan Migas Rusia, Bahlil: Harus Berdampak Nyata ARTIKEL BERIKUTNYA WKP Gunung Endut Lebak Ditawarkan untuk Proyek Panas Bumi
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik EKONOMI HIJAU
1 bulan yang lalu
3 minggu yang lalu
1 bulan yang lalu