TERKINI

Ketapang Catat 37 dari 39 Titik Panas Kalbar, Tambahan Personel Disiapkan

Ketapang Catat 37 dari 39 Titik Panas Kalbar, Tambahan Personel Disiapkan
LINGKUNGAN
Kementerian Kehutanan
Rapat koordinasi penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (23/10/2026), membahas perkembangan titik panas dan rencana tambahan personel untuk mempercepat penanganan di lapangan

Sebanyak 104 personel disiapkan untuk tiga lokasi

Kementerian Kehutanan menyiapkan penugasan 104 personel dengan pembagian 20 personel di Desa Seriam, kawasan Cagar Alam Muara Kendawangan; 44 personel di Desa Pembedilan; serta 40 personel di wilayah Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Buana Megatama Jaya.

Kedatangan mereka dijadwalkan pada 23–26 Oktober 2026 dengan masa penugasan selama 14 hari. Jadwal tersebut merupakan rencana pengerahan, sehingga belum menunjukkan bahwa seluruh personel telah tiba dan bertugas.

Dukungan tambahan juga direncanakan berasal dari Polri sekitar 300 personel dan TNI sebanyak 400 personel. Sementara itu, dukungan BPBD direncanakan meningkat dari tujuh menjadi 17 personel.

Rapat koordinasi melibatkan BNPB, BMKG, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Ketapang, TNI, Polri, BPBD, serta jajaran teknis Kementerian Kehutanan.

Dengan sebagian besar titik panas Kalimantan Barat terkonsentrasi di Ketapang, penurunan angka menjadi kesempatan untuk mempercepat penanganan. Kebutuhan berikutnya adalah memastikan rencana pengerahan personel, pencocokan data, dan koordinasi benar-benar mendukung pekerjaan di lokasi kebakaran.

Siaran Pers Resmi Kementerian Kehutanan.

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 2
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Ketika Hutan Terbakar, Yeye Menghadapi Api dan Keluhan Warga ARTIKEL BERIKUTNYA Subulussalam Prioritaskan Pemulihan Sungai dan Pengendalian Ekspansi Sawit
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu