Pembiayaan Domestik Didorong Menopang Transisi Energi Indonesia
“Transisi energi harus menjawab lima pertanyaan utama: apakah dapat memperkuat ketahanan energi nasional, mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen, berapa biaya yang dibutuhkan, apakah industri manufaktur dalam negeri siap, dan seberapa besar dampaknya dalam mengurangi jejak karbon kita,” kata Eddy saat membuka kegiatan.
Menurut Eddy, Indonesia membutuhkan industri manufaktur hijau, industri rendah emisi, dan pekerjaan hijau. Perubahan tersebut harus disertai peningkatan keterampilan tenaga kerja dan penguatan tingkat komponen dalam negeri.
“Kita membutuhkan green manufacturing, green industry, dan green jobs, yang juga berarti pentingnya reskilling dan upskilling tenaga kerja serta penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri,” ujarnya.
Aktivis lingkungan Nadine Chandrawinata mengatakan Indonesia memiliki sumber daya energi terbarukan yang besar, termasuk energi surya.
“Memang tidak mudah mengubah pola pikir dan menerima inovasi baru, tetapi kita perlu membuka diri, mencari tahu, dan mulai mengambil langkah,” kata Nadine.
Direktur Utama Media Indonesia Arief Suditomo berharap dokumenter tersebut memperluas pembicaraan publik mengenai transisi energi.
“Melalui film yang kami kreasikan, bernuansa sinematik serta kaya data dan perspektif, semoga isu transisi energi menjadi percakapan publik serta melahirkan gagasan-gagasan baru,” ujar Arief.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi