Hotspot Nasional Naik Jadi 338, Nihil Titik Panas Belum Berarti Api Padam
GARISBUMI.com – Jumlah titik panas atau hotspot berkepercayaan tinggi secara nasional meningkat menjadi 338 titik pada Kamis, 5 November 2026 pukul 21.00 WIB. Namun, data satelit itu belum menggambarkan seluruh kondisi kebakaran hutan dan lahan di lapangan. Di Sumatera Selatan, pemadaman masih berlangsung meski tidak terdeteksi hotspot dalam kategori tersebut.
Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan, jumlah hotspot nasional bertambah 123 titik dari sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 215 titik, atau naik sekitar 57 persen.
Di enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, jumlahnya meningkat dari 41 menjadi 86 titik. Kalimantan Tengah menyumbang 85 titik, sedangkan Kalimantan Selatan mencatat satu titik.
Empat provinsi prioritas lainnya, yakni Jambi, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Riau, tercatat nihil hotspot berkepercayaan tinggi pada waktu pemantauan tersebut.
Kalimantan Tengah melonjak, api gambut belum seluruhnya padam
Kenaikan paling menonjol di antara enam provinsi prioritas terjadi di Kalimantan Tengah, dari 37 menjadi 85 hotspot. Jumlahnya bertambah 48 titik atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya.
Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan tanggal 5 November 2026 menunjukkan pemadaman masih berlangsung di Tanjung Taruna dan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi