Abrasi Sungai Rusak Rumah di Bongohulawa, Rencana Tanggul Baru 80 dari Kebutuhan 450 Meter
GORONTALO, GARISBUMI.com – Pengikisan tepi sungai di Kelurahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, telah merusak bagian rumah warga. Di tengah kebutuhan penanganan tanggul sekitar 450 meter, pekerjaan yang direncanakan pada tahun anggaran berjalan baru mencakup sekitar 80 meter.
Kesenjangan kebutuhan dan rencana penanganan itu mengemuka saat Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan pengawasan lapangan di daerah irigasi Huludu Pitango, Sabtu (7/11/2026). Kunjungan dipimpin Ketua Komisi III Espin Tulie untuk memeriksa kondisi aliran sungai dan ancaman terhadap permukiman, khususnya di Lingkungan III.
Menurut Espin, berdasarkan informasi pihak kelurahan, kebutuhan penanganan tersebar di tiga titik dengan panjang masing-masing sekitar 150 meter. Lokasinya mencakup kawasan Lingkungan III dan bagian belakang Kantor Kelurahan Bongohulawa.
Dengan rencana pekerjaan sekitar 80 meter, cakupan penanganan tersebut baru sekitar 18 persen dari kebutuhan yang disampaikan kelurahan. Masih terdapat selisih sekitar 370 meter yang belum tercakup dalam rencana itu.
Dapur dan septic tank warga ambruk
Dalam keterangan Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo, Espin menyebut dampak pengikisan tepi sungai sudah dirasakan langsung oleh warga. Sejumlah bagian rumah, termasuk dapur dan septic tank, dilaporkan ambruk akibat terkikis aliran air.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan di Bongohulawa telah menyentuh keamanan tempat tinggal warga. Namun, keterangan yang disampaikan belum merinci jumlah rumah rusak maupun jumlah keluarga yang berada di kawasan terancam.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi