Generasi Baru Orangutan di Bukit Tiga Puluh, Pemantauan Jadi Kunci Setelah Pelepasliaran
PEMANTAUAN JANUARI, GARISBUMI.com – Oktober 2026 mencatat tiga perjumpaan induk orangutan bersama anaknya. Temuan ini menunjukkan pentingnya mengikuti kehidupan satwa hingga bertahun-tahun setelah kembali ke hutan.
GARISBUMI.COM — Dua dekade setelah dilepasliarkan pada Maret 2006, orangutan bernama Candy kembali dijumpai bersama anak keduanya di kawasan Bukit Tiga Puluh. Perjumpaan itu menjadi bagian dari catatan pemantauan yang memperlihatkan perjalanan orangutan setelah kembali hidup di alam, termasuk kemampuan bertahan hidup dan mengasuh generasi berikutnya.
Menurut keterangan Kementerian Kehutanan, pemantauan sepanjang Januari–Oktober 2026 mencatat tiga perjumpaan induk bersama anaknya. Temuan tersebut hadir pada tahun ke-25 program reintroduksi orangutan di Bukit Tiga Puluh.
Catatan ini perlu dibedakan dari jumlah kelahiran sepanjang 2026. Sebagian anak yang dijumpai diperkirakan telah berusia dua hingga tiga tahun, sementara identitas salah satu induk masih ditelusuri.
Candy mengasuh anak kedua, Jeky Chan bersama bayi yang baru lahir
Tim pemantauan Sumatran Orangutan Reintroduction Center (SORC) Sungai Pengian menjumpai Candy pada 12 Mei 2026. Ia terlihat bersama anak keduanya, seekor betina yang diperkirakan berusia dua tahun.
Anak Candy teramati aktif bermain. Menjelang senja, Candy membangun sarang di tajuk pohon untuk beristirahat bersama anaknya. Perjumpaan ini memberikan catatan tentang kehidupannya sekitar 20 tahun setelah pelepasliaran.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi