TERKINI

Generasi Baru Orangutan di Bukit Tiga Puluh, Pemantauan Jadi Kunci Setelah Pelepasliaran

Generasi Baru Orangutan di Bukit Tiga Puluh, Pemantauan Jadi Kunci Setelah Pelepasliaran
KONSERVASI
Kementerian Kehutanan
Seekor anak orangutan berpegangan pada tubuh induknya di antara pepohonan. Pemantauan jangka panjang setelah pelepasliaran membantu tim mengikuti kehidupan orangutan, termasuk perkembangbiakan dan pengasuhan anak di alam

Pada 28 September 2026, tim menjumpai orangutan betina bernama Jeky Chan bersama bayi jantan yang baru lahir, Jerry. Jeky Chan telah kembali hidup di alam sejak Juli 2015.

Sebelumnya, anak pertama Jeky Chan, Jelly Bean, teramati mandiri dan berpisah dari induknya pada Juni 2026.

Perjumpaan berikutnya terjadi pada 16 Oktober 2026. Tim menemukan seekor induk bersama anak yang diperkirakan berusia tiga tahun. Keduanya terlihat sehat dan aktif, tetapi identitas induk masih ditelusuri untuk memastikan apakah pasangan tersebut baru tercatat atau pernah dijumpai sebelumnya.

Pelepasliaran memerlukan pemantauan jangka panjang

Kepala Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Gebyar Andyono, menyebut kehadiran anak-anak orangutan sebagai indikator positif bagi kondisi habitat dan perkembangbiakan satwa.

“Kisah mereka juga membawa harapan bagi masa depan orangutan Sumatera di habitat alaminya,” ungkap Gebyar.

Namun, tiga perjumpaan tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan besarnya pertambahan populasi orangutan di kawasan itu. Keterangan yang tersedia belum menyertakan jumlah keseluruhan populasi, angka kelahiran, maupun tingkat kelangsungan hidup anak.

Siaran Pers Resmi Kementerian Kehutanan

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Penindakan Kejahatan Hutan dan Proyek Karbon Mangrove, Apa Dampaknya bagi Warga? ARTIKEL BERIKUTNYA Hotspot Nasional Naik Jadi 338, Nihil Titik Panas Belum Berarti Api Padam
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik KONSERVASI
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu