TERKINI

Gambut Dikeringkan untuk Sawit, Wamen LH Dorong Sekat Kanal demi Cadangan Air

Gambut Dikeringkan untuk Sawit, Wamen LH Dorong Sekat Kanal demi Cadangan Air
LINGKUNGAN
Humas KLH/ BPLH
Wamen LH Diaz Hendropriyono mengamati maket yang dipamerkan dalam kegiatan terkait konservasi air

GARISBUMI.com โ€“ | Pengelolaan lahan gambut perlu diarahkan untuk mempertahankan air yang tersimpan di dalamnya. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menyerukan penghentian praktik pengeringan gambut melalui kanal dan mendorong pembangunan sekat kanal untuk memulihkan fungsi penyimpanan air.

Dalam keterangan Humas Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz menyoroti pembuatan kanal yang mengalirkan air keluar dari gambut agar lahan dapat ditanami sawit. Ia mengaitkan praktik tersebut dengan pembahasan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di kawasan gambut.

โ€œSekarang lagi banyak dibahas terkait karhutla di lahan gambut yang sebenernya bisa menampung air,โ€ kata Diaz.

Menurut dia, arah pengelolaan tersebut perlu diubah. Air perlu dipertahankan di dalam ekosistem gambut melalui pembangunan sekat kanal.

Menjaga gambut sebagai penyimpan air

Pesan Diaz menempatkan fungsi hidrologis gambut sebagai bagian penting dalam upaya menjaga cadangan air nasional. Perhatian terhadap gambut dengan demikian juga mencakup kemampuannya menyimpan air, selain persoalan karhutla yang kerap menjadi sorotan.

Dalam pendekatan yang disampaikan Diaz, sekat kanal digunakan untuk menahan keluarnya air melalui saluran pengeringan. Tujuannya adalah mengembalikan air ke gambut sekaligus menjaga ketersediaan cadangan air tanah.

Siaran Pers Resmi Humas KLH/BPLH

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 1 dari 2
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Festival Pantai Nambo 2026 Buka Ruang Seni dan Ekonomi Kreatif di Pesisir Kendari ARTIKEL BERIKUTNYA Kekeringan Berdampak pada 5.574 Warga Banggai Kepulauan, Api di Luwu Belum Padam
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
2 bulan yang lalu
2 bulan yang lalu