Dulu Listrik Hanya 4 Jam, Nelayan Pulau Sembur Kini Terlayani PLTS
BATAM, GARISBUMI.com – Warga Pulau Sembur, Kota Batam, Kepulauan Riau, kini dapat menikmati listrik selama 24 jam setelah hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1 megawatt peak (MWp). Sebelumnya, masyarakat mengandalkan genset swadaya yang hanya menyala tiga hingga empat jam pada malam hari.
Perubahan layanan listrik ini menjangkau sekitar 200 kepala keluarga di pulau tersebut. Sekitar 90 persen warganya bekerja sebagai nelayan tangkap dan pancing, menjadikan ketersediaan energi sebagai bagian penting dari pengembangan kegiatan ekonomi pesisir.
Berdasarkan keterangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau, PLTS Pulau Sembur dibangun oleh PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) di atas lahan seluas hampir satu hektare.
Pembangkit ini menjadi proyek percontohan Productive Use of Energy, yakni pemanfaatan energi untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat.
Dari penerangan menuju kegiatan produktif
Pulau Sembur berada di Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, Kota Batam. Selama bertahun-tahun, keterbatasan pasokan dari genset membuat warga hanya memperoleh listrik pada sebagian waktu malam.
Kehadiran PLTS mengubah kondisi tersebut dengan menyediakan layanan listrik sepanjang hari. Bagi pulau yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada perikanan, pasokan listrik membuka ruang untuk mengembangkan pemanfaatan energi di luar kebutuhan penerangan rumah.
Meski demikian, keterangan Dinas ESDM Kepri belum merinci fasilitas produktif yang telah beroperasi menggunakan listrik tersebut maupun perubahan pendapatan nelayan setelah PLTS hadir. Manfaat ekonominya masih perlu dilihat dari pemanfaatan listrik dalam kegiatan sehari-hari masyarakat.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi