Desa Bengkel Buleleng Siapkan Wisata Alam dan Sejarah, Target Meluncur 2027
BULELENG, GARISBUMI.com – Desa Bengkel di Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, menyiapkan pengembangan desa wisata yang memadukan terasering sawah, air terjun, dan peninggalan prasejarah. Pemerintah desa menargetkan kesiapan tata kelola serta fasilitas pendukung rampung pada 2027.
Persiapan yang berjalan sejak 2024 itu mencakup penataan daya tarik wisata, penyusunan buku sejarah desa, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia, termasuk pemandu wisata lokal.
Kepala Desa Bengkel Putu Artana mengatakan, pihaknya melibatkan akademisi agar informasi sejarah yang disampaikan kepada wisatawan memiliki dasar penelitian.
“Kami persiapkan sejak tahun 2024 sekarang masih mematangkan, target tahun 2027 bisa dilaunching. Kami juga libatkan akademisi agar penyusunan sejarah ini objektif dan berbasis penelitian, sehingga buku sejarah desa ini nantinya bisa menjadi pegangan bagi pemandu wisata lokal,” ujar Putu saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2026).
Terasering Sawah hingga Wisata Spiritual
Desa Bengkel memiliki sejumlah potensi wisata alam, mulai dari terasering sawah yang dilengkapi jalur trekking hingga kawasan perbukitan. Air Terjun Santhi Phala juga disiapkan sebagai lokasi wisata spiritual untuk kegiatan melukat.
Daya tarik tersebut akan dipadukan dengan sejarah desa. Desa Bengkel memiliki jejak peninggalan prasejarah berupa sarkofagus yang menjadi salah satu bahan penyusunan narasi wisata.
Untuk mendukung pengembangannya, pemerintah desa bekerja sama dengan akademisi serta instansi terkait, termasuk dinas pariwisata dan kebudayaan. Hasil penelitian dan buku sejarah desa akan difinalisasi sebagai panduan resmi bagi pemandu lokal.
Dengan panduan tersebut, pemandu diharapkan dapat menjelaskan sejarah dan peninggalan desa berdasarkan informasi yang telah diteliti.
Kebersihan Lingkungan dan UMKM Ikut Disiapkan
Pengembangan desa wisata juga mencakup pengelolaan kebersihan lingkungan berbasis sumber. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan desa dalam menerima kunjungan wisatawan.
Di sektor ekonomi, pemerintah desa mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), antara lain kerajinan kain jumputan, ukiran kayu, serta olahan kuliner.
Selain itu, pemenuhan fasilitas pendidikan usia dini melalui taman kanak-kanak turut menjadi perhatian untuk mendukung pembentukan karakter sumber daya manusia sejak dini.
Pemerintah Desa Bengkel berharap kolaborasi pemerintah desa, lembaga adat, akademisi, dan masyarakat dapat mendukung pengembangan wisata serta membuka peluang kunjungan secara berkelanjutan.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi