74 Tim Pelajar Yogyakarta Kampanyekan Lingkungan Bersih lewat Mural
YOGYAKARTA, GARISBUMI.com – Sebanyak 74 tim pelajar Kota Yogyakarta menyampaikan pesan menjaga kebersihan lingkungan melalui lomba mural di depan SMP Negeri 8 Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026). Tokoh wayang, Sungai Code, hingga aktivitas membersihkan Malioboro menjadi bagian dari karya yang memadukan kepedulian lingkungan dengan identitas budaya kota.
Lomba bertema “Otentik Budayanya, Konkret Bersihnya” tersebut diselenggarakan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk menyemarakkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Pesertanya berasal dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kota Yogyakarta.
Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori, yang meninjau pelaksanaan lomba, mengatakan kegiatan ini memberi kesempatan kepada pelajar untuk mengembangkan kemampuan seni sekaligus menyampaikan gagasan tentang masa depan kota.
“Kenapa lomba mural? Ya, untuk melatih anak-anak mengekspresikan kemampuan seninya sekaligus menyampaikan pesan-pesan yang bagus, bagaimana Kota Yogyakarta ke depan bisa lebih baik lagi. Budaya yang kuat, Kota Jogja yang bersih, kota yang berbudaya, dan sebagainya,” ujar Budi.
Menurutnya, karya mural menjadi sarana pendidikan karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui gambar, pelajar dapat mengajak masyarakat menjaga lingkungan sekaligus merawat budaya Yogyakarta.
Hanoman Bersihkan Malioboro
Perpaduan budaya dan pesan lingkungan terlihat dalam karya Antonius Andro Putra dari SMP Yohanes Bosco Yogyakarta. Ia menggambarkan seorang dalang yang bercerita tentang Yogyakarta melalui tokoh wayang dan simbol budaya.
“Temanya ada dalang, bercerita tentang Jogja. Di dalamnya ada wayang, ceritanya di dalam gunungan,” kata Antonius.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi