74 Tim Pelajar Yogyakarta Kampanyekan Lingkungan Bersih lewat Mural
Di dalam gunungan, ia menampilkan sosok yang membersihkan kawasan Pantai Parangtritis sambil bermain layang-layang. Karyanya juga memuat aktivitas bermain gamelan serta tokoh Hanoman yang membersihkan Jalan Malioboro dan kawasan di depan kantor.
Melalui gambar tersebut, Antonius ingin mengajak masyarakat menjaga kebersihan dengan menggunakan unsur budaya yang mudah dikenali.
Sungai Code dan Sampah dalam Karya Pelajar
Pesan serupa hadir dalam mural Zulfa Konita dari SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Ia menggambarkan wajah seseorang dengan isi pikiran yang memuat berbagai unsur kota, termasuk Tugu Yogyakarta, Sungai Code, dan persoalan sampah.
“Kami menggambarkan wajah seseorang dengan menampilkan isi pikirannya, kami gambar ada tugu, ada sungai code, kemudian sampah-sampah dan beberapa yang berusaha membersihkan sampah tersebut,” ujar Zulfa.
Ilustrasi itu menjadi cara Zulfa menyampaikan pandangannya tentang lingkungan kota tempat ia tinggal. Aktivitas membersihkan sampah turut dihadirkan sebagai bagian dari pesan kepedulian terhadap kebersihan.
Budi berharap lomba mural dapat menumbuhkan perhatian pelajar terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, sekaligus mendorong mereka mengembangkan kemampuan diri.
“Harapannya anak-anak sekolah di Kota Yogyakarta itu bersih, sehat. Itu yang paling penting. Berprestasi,” katanya.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi