47.000 Botol Plastik Jadi Perahu Hias, Festival Cilung Ajak Warga Pilah Sampah
Festival yang memasuki penyelenggaraan ketiga ini diharapkan membantu menumbuhkan kebiasaan tersebut. Kreativitas mengolah barang bekas menjadi pintu masuk untuk mengajak warga mengurangi sampah dan memanfaatkan kembali material yang masih berguna.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan, perahu-perahu hias itu memperlihatkan nilai guna barang bekas sekaligus kemampuan petugas dalam mengolahnya menjadi karya.
“Melalui karya perahu kreatif ini, kita melihat bahwa sampah dapat diolah menjadi karya bernilai seni sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat. Karya ini merupakan cerminan kreativitas dan inovasi pasukan penanganan sampah badan air,” jelas Dudi.
Edukasi Sampah hingga Pembagian Kompos
Selain parade perahu, Festival Cilung 2026 menghadirkan edukasi pemilahan dan pengolahan sampah serta pameran hasil daur ulang karya petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Rangkaian kegiatan juga mencakup penebaran benih ikan dan penyebaran ekoenzim di Danau Sunter. Pengunjung dapat memperoleh pupuk kompos hasil pengolahan sampah secara gratis serta mencoba menaiki perahu cinta lingkungan.
Dudi berharap pengunjung membawa pulang kebiasaan yang bisa diterapkan sehari-hari, mulai dari mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah rumah tangga, hingga menggunakan kembali barang yang masih layak.
Sementara itu, Hendra Hidayat menilai festival tersebut menjadi cara kreatif untuk mengajak warga menjaga kawasan perairan Jakarta Utara.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi