Depok Bangun RDF Plant Kapasitas 1.000 Ton, Kurangi Beban TPA Cipayung
DEPOK – Pemerintah Kota Depok akan membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel atau RDF berkapasitas 1.000 ton per hari di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir Cipayung.
Dengan kapasitas tersebut, RDF Plant diproyeksikan dapat mengolah sekitar 77 persen dari timbulan sampah Kota Depok yang saat ini diperkirakan mencapai 1.300 ton per hari.
Pemkot Depok menggandeng PT Bintang Sakera Abadi untuk membangun dan mengoperasikan fasilitas tersebut. Kerja sama resmi dimulai setelah kedua pihak menandatangani perjanjian pada Rabu, 2 September 2026.
RDF merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari pengolahan sampah yang memiliki nilai kalor. Produk tersebut dapat dimanfaatkan oleh industri sebagai substitusi sebagian bahan bakar konvensional.
Pembangunan RDF Plant menjadi salah satu upaya Pemkot Depok mengurangi ketergantungan pada sistem penimbunan sekaligus menekan beban TPA Cipayung yang kapasitasnya semakin terbatas.
Sebanyak 73 Persen Sampah Masuk TPA Cipayung
Dokumen perencanaan Pemkot Depok mencatat timbulan sampah pada 2023 mencapai sekitar 1.265,79 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 925 ton atau 73,08 persen diangkut ke TPA Cipayung setiap hari.
Besarnya volume sampah yang berakhir di TPA menyebabkan persoalan pengelolaan sampah Depok tidak hanya berkaitan dengan produksi sampah, tetapi juga keterbatasan lahan dan daya tampung tempat pemrosesan akhir.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi