Pusat Data AI Butuh Tambahan Listrik 20 GW, Energi Bersih Jadi Kunci Investasi
Pasokan Listrik dan Keterlibatan Pengusaha Lokal
Dari sisi penyediaan energi, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 memuat rencana penambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 GW.
Rinciannya mencakup 42,6 GW dari EBT, 10,3 GW berupa sistem penyimpanan energi, serta 16,6 GW dari pembangkit fosil. Potensi investasi dalam rencana tersebut mencapai Rp2.967,4 triliun.
Untuk menyesuaikan kesiapan pasokan dengan kebutuhan industri, pemerintah akan meminta data rencana lokasi dari calon investor pusat data. Informasi itu menjadi dasar penyiapan energi di kawasan tujuan investasi.
Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan aturan agar investor menggandeng pengusaha nasional dan daerah.
“Kita harus sharing dengan pengusaha lokal. Jangan juga semuanya dikerjain oleh mereka sendiri,” tegasnya.
Kesiapan energi bersih dan keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi dua perhatian dalam pengembangan pusat data. Pemerintah berharap investasi digital turut membuka peluang usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di daerah.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi