Pusat Data AI Butuh Tambahan Listrik 20 GW, Energi Bersih Jadi Kunci Investasi
Batam, Karimun, dan Bintan Jadi Kawasan Pengembangan
Pemerintah mendorong Batam, Karimun, dan Bintan menjadi simpul baru pusat data Indonesia dalam ekosistem regional yang juga mencakup Malaysia dan Singapura.
Bahlil menilai ketiga kawasan tersebut memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari ketersediaan air, kepadatan penduduk yang relatif lebih rendah dibandingkan Jawa Barat, Jakarta, atau Bali, hingga peluang pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
“Kita akan membangun sekarang PLTS kurang lebih sekitar 100 gigawatt-peak. Dan saya punya keyakinan, teman-teman investor akan lebih suka untuk memakai data center mereka dengan memakai energi baru terbarukan. Dan ini sebuah peluang bisnis,” kata Bahlil.
Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tersebut mencakup pembangkit skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, serta pemanfaatannya di kawasan industri.
Di Batam, kapasitas pusat data yang sudah tersedia, memiliki komitmen, dan masih dalam tahap pengembangan disebut mencapai total 1,47 GW. Angka tersebut mencakup berbagai tahap pengembangan, sehingga tidak seluruhnya merupakan kapasitas yang telah beroperasi.
PLN Batam dan DayOne juga telah menandatangani kontrak pasokan listrik sebesar 450 MW. Kementerian ESDM menyebutnya sebagai kontrak pasokan listrik terbesar untuk pusat data di Indonesia.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi