Pemerintah Targetkan Tambahan Energi Terbarukan 42,6 GW hingga 2034
JAKARTA, GARISBUMI.com – Forum energi bersih yang kembali digelar setelah tiga tahun vakum membahas regulasi, investasi, teknologi, dan penguatan industri dalam negeri.
Pemerintah menargetkan tambahan pembangkit energi baru dan terbarukan sebesar 42,6 gigawatt hingga 2034. Target tersebut mencakup sekitar 62 persen dari total penambahan kapasitas pembangkit yang direncanakan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik atau RUPTL 2025–2034.
Target itu disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot saat membuka IndoEBTKE Convention and Exhibition atau IndoEBTKE ConEx 2026 di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
IndoEBTKE ConEx kembali digelar setelah tiga tahun vakum. Memasuki penyelenggaraan ke-12, forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan energi bersih di Indonesia.
“Pada RUPTL ini sekitar 62 persen, sekitar 42,6 gigawatt, ini merupakan target kita untuk meningkatkan pasokan energi, khususnya energi baru dan terbarukan,” kata Yuliot.
Forum tersebut membahas berbagai persoalan yang masih menghambat pengembangan energi terbarukan, mulai dari regulasi, teknologi, infrastruktur, logistik, pembiayaan, hingga kemampuan riset dan inovasi.
Pemerintah menempatkan pengembangan energi baru, terbarukan, dan konservasi energi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sekaligus kemandirian energi nasional. Langkah itu dinilai semakin penting di tengah dinamika geopolitik yang dapat mengganggu rantai pasok dan meningkatkan harga energi.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi