TERKINI

Ketika Papan Larangan Ikut Marah

Ketika Papan Larangan Ikut Marah
INSIGHT
Dok. Redaksi GARIS BUMI
Foto liputan: Ketika Papan Larangan Ikut Marah

Jalan raya seperti halaman belakang yang boleh dikotori bersama.

Lama-kelamaan, kantong pertama mendapat teman. Orang berikutnya mungkin merasa lebih ringan membuang di tempat yang sudah kotor. Sudah ada sampahnya, pikirnya. Tambahan satu kantong seolah tidak akan mengubah keadaan. Padahal, gunung itu juga berawal dari sesuatu yang dianggap sedikit.

Di sejumlah tempat, papan larangan akhirnya berganti bahasa. Kalimat yang semula sopan berubah menjadi sumpah serapah. Ada nama binatang. Ada sebutan ODGJ. Ada pula doa buruk, sampai permintaan agar nyawa si pembuang sampah dicabut.

Membacanya membuat saya bertanya-tanya: sudah berapa lama orang yang memasang tulisan itu menahan kesal?

Mungkin ia sudah berkali-kali membersihkan. Mungkin ia pernah menegur, tetapi malah diajak bertengkar.

Kemarahan itu dapat dimengerti. Namun, orang dengan gangguan jiwa tidak semestinya ikut dijadikan makian.

Papan yang marah menunjukkan betapa panjang urusan yang tidak selesai. Orang yang membuang mungkin hanya berhenti beberapa detik. Orang yang tinggal di dekatnya harus menghadapi akibatnya sepanjang hari.

Sementara itu, bahasa kampanye kita sudah melangkah jauh. Sampah harus dipilah dari rumah. Yang masih bernilai dikumpulkan. Ada bank sampah, ada warga dan komunitas yang tekun mengurusnya.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
MA
Mashudi Reporter Terverifikasi

Berfokus pada penyajian informasi mendalam, investigasi, dan jurnalisme berimbang bagi publik.

ARTIKEL SEBELUMNYA Mahasiswa Kehutanan Diajak Beraksi Sejak Kuliah, dari Pantau Hutan hingga Usaha Hijau ARTIKEL BERIKUTNYA Pusat Data AI Butuh Tambahan Listrik 20 GW, Energi Bersih Jadi Kunci Investasi
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik INSIGHT
1 minggu yang lalu
3 hari yang lalu
1 minggu yang lalu