Karhutla Tanjung Puting, Pemerintah Siapkan 30 Sumur Bor untuk Cegah Api ke Zona Inti
Asap Tebal Kendalakan Helikopter Pemadam
Raja Juli menjelaskan, dukungan enam helikopter pengebom air atau water bombing tersedia di Kalimantan Tengah. Namun, penggunaannya menghadapi kendala jarak pandang akibat asap tebal, termasuk di sekitar Pangkalan Bun dan Palangka Raya.
Pemerintah menyiapkan alternatif pengoperasian helikopter melalui Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, yang dilaporkan memiliki jarak pandang lebih memungkinkan.
“Kita akan mencoba memindahkan helikopter yang ada di Kalimantan Selatan, paling tidak mungkin bisa pinjam satu terlebih dahulu. Kemudian juga dari daerah-daerah lain yang kondisinya mulai membaik. Kita coba geser ke Kuala Pembuang dan melakukan water bombing dari sana,” jelasnya.
Selain pemadaman udara, pemerintah menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan awan hujan pada 15–16 Oktober 2026.
Apabila penerbangan dari Kalimantan Tengah masih terkendala asap, operasi tersebut direncanakan menggunakan alternatif penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan.
Libatkan Masyarakat di 15 Desa
Pemadaman darat melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Pemerintah juga mendorong keterlibatan warga di 15 desa sekitar Taman Nasional Tanjung Puting melalui pembentukan dan penguatan kelompok MPA, disertai dukungan peralatan pemadaman.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi