Kamera Trap Rekam Dua Tapir di Mesuji, Perlindungan Habitat Diperkuat
Titik Kamera Trap Akan Ditambah
BKSDA Bengkulu mendorong penambahan titik kamera jebak agar data mengenai sebaran, penggunaan habitat, dan potensi populasi tapir di Mesuji semakin representatif.
Patroli kolaboratif juga akan ditingkatkan, terutama di lokasi yang telah teridentifikasi sebagai habitat dan jalur pergerakan satwa. Patroli tersebut melibatkan BKSDA, PT Silva Inhutani, Pemerintah Kabupaten Mesuji, dan pihak terkait lainnya.
Komitmen perlindungan satwa diperkuat melalui koordinasi Seksi KSDA Wilayah III Lampung dengan manajemen PT Silva Inhutani Lampung pada 2 sampai 3 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, perusahaan menyatakan akan membentuk dan melatih Satuan Tugas Konflik Satwa Liar sesuai arahan BKSDA. Perusahaan juga menyepakati pemasangan kembali kamera jebak pada sejumlah titik berbeda.
“Kami mengapresiasi komitmen PT Silva Inhutani untuk membentuk dan melatih Satgas Konflik Satwa Liar serta melanjutkan pemasangan kamera jebak di lokasi yang berbeda,” kata Agung.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah, perusahaan, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga habitat satwa sekaligus mencegah konflik antara manusia dan satwa liar.
Pengelolaan kawasan HCV juga tidak hanya diarahkan untuk melindungi tapir. Inventarisasi perlu mencakup mamalia, burung, herpetofauna, tumbuhan, serta berbagai jenis flora dan fauna lain yang memiliki nilai konservasi penting.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi