Jaga Integritas Pasar Karbon, Kemenhut Siapkan SDM Profesional dan Green Jobs
SURABAYA – Kementerian Kehutanan mendorong penyusunan kerangka kompetensi karbon, peningkatan keterampilan, dan pengembangan sertifikasi profesi untuk memperkuat integritas pasar karbon kehutanan Indonesia.
Langkah tersebut dinilai penting karena kredibilitas perdagangan karbon tidak hanya bergantung pada regulasi. Kualitas sumber daya manusia yang mengelola data, mengukur emisi, memverifikasi proyek, dan menjalankan mekanisme perdagangan juga menjadi faktor penentu.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan Indra Exploitasia mengatakan, pasar karbon tidak boleh hanya dipandang sebagai mekanisme perdagangan.
Menurutnya, pasar karbon harus menjadi instrumen untuk memastikan pengurangan emisi berlangsung secara nyata, terukur, dan dapat diverifikasi. Pelaksanaannya juga harus memberikan manfaat kepada masyarakat, menjaga kelestarian hutan, dan mendukung pencapaian target iklim Indonesia.
Transformasi tersebut membutuhkan perubahan cara pandang terhadap sumber daya manusia, dari sekadar tenaga kerja menjadi aset utama dalam membangun ekosistem pasar karbon yang berintegritas.
“Karena itu, pengembangan pasar karbon perlu diikuti dengan pembangunan carbon competency framework, program upskilling dan reskilling, serta pengembangan sertifikasi profesi yang relevan,” kata Indra dalam lokakarya penguatan kapasitas pasar karbon berbasis Nature-based Solutions di Surabaya, Jumat, 4 September 2026.
Indra menjelaskan, green jobs atau pekerjaan hijau di sektor kehutanan tidak hanya berarti menciptakan jenis pekerjaan baru. Pekerjaan yang sudah ada juga perlu ditransformasikan dengan kompetensi baru agar mampu mengikuti kebutuhan ekonomi hijau dan perkembangan pasar karbon.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi