Bappenas: Transformasi Hijau Harus Jadi Aksi Nyata, 5,3 Juta Pekerja Dibutuhkan pada 2029
JAKARTA – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau tidak boleh berhenti pada komitmen dan penciptaan gagasan. Transformasi tersebut harus diwujudkan melalui aksi nyata, termasuk menyiapkan jutaan tenaga kerja dengan keterampilan hijau.
Berdasarkan Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia yang diluncurkan Kementerian PPN/Bappenas, kebutuhan tenaga kerja hijau di Indonesia diproyeksikan melampaui 5,3 juta pekerjaan pada 2029. Selain itu, lebih dari 72 juta pekerjaan yang telah tersedia berpotensi ditransformasikan agar selaras dengan ekonomi rendah karbon.
“Kita sudah sepakat from commitment to creation, tetapi itu saja tidak cukup. From commitment to creation and then to action, real action. Bersama Pemerintah Jerman, kita akan bekerja lebih erat,” kata Rachmat dalam Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2026 di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
Menurut Rachmat, transformasi hijau telah menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional. Pemerintah menargetkan peningkatan porsi energi baru dan terbarukan dalam bauran energi primer dari 20 persen pada 2025 menjadi 70 persen pada 2045.
Peningkatan sebesar 50 poin persentase tersebut diyakini akan menciptakan berbagai peluang pekerjaan baru, baik untuk memenuhi kebutuhan Indonesia maupun mendukung agenda pembangunan berkelanjutan secara global.
“Selisih 50 persen ini akan menciptakan lapangan kerja baru yang tidak hanya untuk kepentingan Indonesia dan negara tetangga kita, tetapi juga untuk kepentingan dunia,” ujar Rachmat.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi