Kabut Asap Menipis, Udara Tabalong Masih Tidak Sehat
Sebelumnya, kabut asap dilaporkan semakin pekat pada 23–25 Oktober 2026. Pada Sabtu (24/10/2026), jarak pandang di sejumlah lokasi disebut turun hingga sekitar 30–50 meter, mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan.
Kabut mulai terlihat menipis pada Senin. Meski demikian, hasil pemantauan menunjukkan berkurangnya asap yang terlihat belum berarti udara aman untuk seluruh aktivitas.
Warga Diminta Tetap Membatasi Paparan
DLH Tabalong mengimbau masyarakat membatasi aktivitas berat di luar ruangan dan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus apabila harus beraktivitas di luar rumah.
Imbauan tersebut berkaitan dengan risiko paparan PM2.5, partikel halus yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan.
Warga juga diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan membakar agar tidak menambah sumber pencemaran dan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Di tingkat Kalimantan Selatan, hujan pada 24–25 Oktober dilaporkan membantu pemadaman serta mengurangi aktivitas kebakaran di beberapa lokasi. Penanganan karhutla tetap dilanjutkan melalui pemadaman langsung dan pembasahan lahan.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi