Indonesia Dorong Perjanjian Global Polusi Plastik, Penanganan Dimulai dari Hulu
Proporsi Sampah Plastik Terus Meningkat
Dalam keterangannya, KLH/BPLH menyebut proporsi sampah plastik di Indonesia meningkat dari 11 persen pada 2010 menjadi hampir 20 persen pada 2024.
Tanpa intervensi serius, proporsinya diproyeksikan dapat mencapai 50 persen dari total sampah pada 2050. Sementara itu, kelompok kemasan, wadah, dan kantong belanja menyumbang sekitar 40 persen dari keseluruhan sampah plastik.
Kondisi tersebut memperlihatkan perlunya pengurangan sampah sejak dari sumber. Pengumpulan, pengolahan, dan daur ulang juga perlu diperkuat agar sampah plastik tidak mencemari ekosistem darat maupun laut.
KLH/BPLH menekankan kesiapan infrastruktur dan keterlibatan seluruh pihak dalam rantai produksi hingga pengelolaan sampah untuk mempercepat penerapan ekonomi sirkular.
Delegasi Tinjau Bank Sampah hingga Koperasi Pemulung
Sebagai bagian dari pertemuan, para delegasi mengunjungi sejumlah lokasi pengelolaan sampah di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan pada 15 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut mencakup pemilahan sampah berbasis masyarakat di Bank Sampah Induk Gesit, pengelolaan sampah di Jakarta Recycling Center dan TPS3R Pesanggrahan, serta peran sektor informal melalui Koperasi Pemulung Berdaya.
Peninjauan itu memberikan gambaran praktik pengelolaan sampah di Indonesia, mulai dari partisipasi masyarakat, dukungan infrastruktur, hingga keterlibatan pemulung dalam pengumpulan material yang dapat didaur ulang.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi