Gereja di Jambi Rintis Bank Sampah, Delapan Paroki Siapkan Aksi Ekologis
“Menjaga kebersihan kota tidak cukup hanya dengan mengangkut sampah. Kita harus mulai mengurangi sampah dari sumbernya, memilah sesuai jenis, dan memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna,” katanya.
Bank sampah diharapkan menjadi sarana edukasi bagi keluarga dan generasi muda untuk membangun kebiasaan tersebut.
Lahan Gereja Direncanakan untuk Jagung Pakan
Selain pengelolaan sampah, kegiatan ini mengangkat pemanfaatan lahan untuk mendukung produksi pangan. Maulana menyebut lahan seluas lebih dari satu hektare di Gereja Santo Gregorius Agung direncanakan untuk penanaman jagung pakan.
Ia juga menyerahkan bibit hortikultura dan buah kepada perwakilan penerima untuk mendorong pemanfaatan pekarangan.
Ketua Panitia HPS 2026 Tingkat Dekanat Jambi, Tanto, melaporkan sekitar 110 peserta dari delapan paroki mengikuti kegiatan tersebut. Ia menekankan perlunya mengurangi kebiasaan membuang makanan serta meningkatkan kepedulian terhadap keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi.
Melalui bank sampah dan rencana pemanfaatan lahan, rumah ibadah diharapkan menjadi tempat belajar sekaligus menjalankan aksi lingkungan. Pelaksanaan dan evaluasi selama satu tahun akan menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana rencana itu diterapkan.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi