TERKINI

500 Rumah di Kembangan Selatan Pilah Sampah, Pengurangan Kiriman ke Bantargebang Belum Terukur

500 Rumah di Kembangan Selatan Pilah Sampah, Pengurangan Kiriman ke Bantargebang Belum Terukur
LINGKUNGAN
Pemkot Jakarta Barat
Pemasangan stiker “Rumah Memilah” di salah satu rumah warga Kembangan Selatan, Jakarta Barat

JAKARTA, GARISBUMI.com – Sebanyak 500 rumah di sembilan RW Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, telah mendapat stiker “Rumah Memilah” setelah melalui verifikasi pemilahan sampah. Program ini diarahkan untuk mengurangi sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, meski besaran pengurangannya belum disebutkan.

Stiker menjadi penanda rumah tangga yang aktif memisahkan sampah organik dan anorganik. Pemerintah kelurahan merencanakan evaluasi berkala, termasuk kemungkinan mencabut stiker apabila penghuni tidak lagi menjalankan pemilahan.

Lurah Kembangan Selatan, Junaidi, mengatakan program tersebut bertujuan membangun kebiasaan mengelola sampah sejak dari rumah.

“Ini upaya kita mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Junaidi, Rabu (28/10/2026), sebagaimana dikutip dari keterangan Pemkot Jakarta Barat.

Verifikasi Dilakukan dari Rumah ke Rumah

Pemasangan stiker melibatkan Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup, pengurus RT/RW, kader Dasawisma, serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Mereka mendata rumah peserta, memeriksa tempat sampah, dan memberikan edukasi pemilahan secara langsung. Menurut Junaidi, stiker dipasang setelah rumah dinyatakan memenuhi kriteria.

“Kader kami turun langsung ke rumah-rumah warga, mengecek tempat sampah, memberikan edukasi cara memilah yang benar, baru kemudian dipasangi stiker jika memang sudah memenuhi kriteria,” jelasnya.

Selain menjadi penanda partisipasi, stiker dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang konsisten memilah sampah.

Sampah Terpilah Didorong untuk Diolah

Junaidi menjelaskan, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah. Pemanfaatan tersebut diharapkan mengurangi sampah yang berakhir di TPST Bantargebang.

Namun, keterangan Pemkot Jakarta Barat belum merinci jumlah sampah yang telah dikomposkan, disalurkan ke bank sampah, maupun pengurangan kiriman ke Bantargebang dari 500 rumah peserta.

Keterangan tersebut juga belum menjelaskan mekanisme pengumpulan dan pengangkutan sampah terpilah dari rumah warga. Dengan demikian, jumlah rumah berstiker menunjukkan cakupan partisipasi program, sementara dampaknya terhadap pengurangan sampah masih memerlukan data hasil pengelolaan.

Stiker Bisa Dicabut Jika Pemilahan Berhenti

Pemerintah kelurahan menargetkan jumlah rumah peserta terus bertambah di sembilan RW. Untuk menjaga keberlanjutan program, pemantauan dan evaluasi akan dilakukan secara berkala.

“Kami akan evaluasi rutin. Kalau rumah yang sudah dapat stiker ternyata tidak lagi memilah, stikernya bisa kita cabut. Jadi, ini ada tanggung jawabnya,” kata Junaidi.

Jadwal evaluasi, target penambahan peserta, dan indikator pengurangan sampah belum dirinci dalam keterangan tersebut. Informasi itu diperlukan untuk menilai keberlanjutan pemilahan serta kontribusi program terhadap pengurangan sampah yang dikirim ke Bantargebang.

Siaran Pers Resmi Pemkot Administrasi Jakarta Barat

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Menampilkan Semua Halaman (3 Bagian)
Mode Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Lebih dari 15 Ton Sampah Diangkat dari Kalimati, Terkontaminasi dan Tak Bisa Didaur Ulang ARTIKEL BERIKUTNYA SMPN 9 Sukabumi Rintis Tabungan Sampah untuk Dukung Kebersihan Sekolah
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu