45 Ribu Mangrove Pulihkan 25 Hektare Pesisir Pulau Cangkir
Manfaat ekonomi juga mulai dirasakan masyarakat. Program tersebut melibatkan 25 warga setempat, dengan sembilan orang di antaranya menjadi penggerak aktif.
Masyarakat binaan mengolah bagian-bagian tanaman mangrove menjadi beragam produk, mulai dari makanan dan minuman hingga sabun cuci piring dan sabun mandi.
“Produk yang dihasilkan dari program ini cukup banyak. Kami membuat makanan, minuman, sabun cuci piring, dan sabun mandi dengan memanfaatkan buah, daun, serta bagian lain dari mangrove,” kata Heru.
MAPUCA kini menunggu tanaman yang ditanam pada 2022 menghasilkan buah secara maksimal. Hasil panen tersebut nantinya akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi olahan mangrove.
Pulau Cangkir Disiapkan Menjadi Wisata Mangrove
Heru berharap kawasan Pulau Cangkir dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata alam mangrove dan agrowisata. Pengembangan wisata tersebut dinilai dapat memperluas pasar produk warga sekaligus mendukung pendidikan lingkungan.
“Harapannya, produk masyarakat pesisir bisa semakin dikenal, termasuk melalui marketplace. Pemerintah juga dapat membantu menyediakan gerai UMKM atau pusat oleh-oleh khas destinasi wisata,” ujarnya.
Menurut Heru, pengembangan kawasan tidak semata-mata berorientasi pada pariwisata. Program tersebut juga menyangkut perlindungan garis pantai dan keberlanjutan ruang hidup masyarakat nelayan.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi