Warga Keluhkan Bau, DLH Kota Bima Periksa Dugaan Limbah SPPG Rabadompu Barat
KOTA BIMA, GARISBUMI.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima memeriksa dugaan pencemaran air di Kelurahan Rabadompu Barat setelah menerima pengaduan masyarakat mengenai bau tidak sedap. Bau tersebut diduga berasal dari pembuangan air limbah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Verifikasi lapangan dilakukan Tim Penanganan Pengaduan melalui Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Bima, Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan keterangan DLH Kota Bima, tim memeriksa kondisi di lapangan dan memberikan rekomendasi teknis untuk menangani potensi gangguan lingkungan dari pengelolaan air limbah SPPG Rabadompu Barat.
Rekomendasi tersebut mencakup pembersihan rutin grease trap atau perangkap lemak. Langkah ini diperlukan untuk mencegah penumpukan dan pengerasan lemak serta kotoran yang dapat menimbulkan bau.
DLH juga meminta pengelola memastikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dioperasikan dan dipelihara sesuai fungsinya.
Beberapa jam setelah verifikasi, DLH Kota Bima menerima informasi bahwa pengelola SPPG telah menindaklanjuti rekomendasi tersebut. Penanganan yang dilaporkan meliputi pembersihan perangkap lemak, penggelontoran saluran, serta pemeliharaan IPAL yang sudah tersedia.
Meski demikian, keterangan DLH belum memuat hasil uji kualitas air maupun kesimpulan mengenai dugaan pencemaran. Tindak lanjut pengelola juga belum disertai keterangan apakah keluhan bau telah teratasi.
DLH Kota Bima menekankan pentingnya pemeliharaan sarana pengolahan limbah secara berkala agar potensi gangguan terhadap lingkungan dan kenyamanan warga dapat diminimalkan.
Pengaduan masyarakat menjadi bagian dari pengawasan tersebut. Melalui laporan warga dan pemeriksaan lapangan, pengelola fasilitas didorong memperbaiki pengelolaan air limbah secara bertanggung jawab.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi