Titik Panas di Enam Provinsi Naik Jadi 542, Kemenhut Perkuat Penanganan Karhutla
Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan saat peninjauan, hujan alami di Kalimantan Selatan diperkirakan baru lebih konsisten sekitar pertengahan November. Seluruh unsur penanganan diminta tetap menjaga kesiapsiagaan.
Di Hutan Lindung Liang Anggang, Manggala Agni bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan melakukan pemadaman serta patroli. Operasi darat didukung penanganan dari udara dan pembasahan lahan melalui kanal untuk mempertahankan kelembapan serta mencegah bara kembali menyala.
Penguatan operasi juga dilakukan di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah, mengikuti perkembangan titik panas dan kondisi masing-masing wilayah.
Perhatian khusus diberikan pada lahan gambut. Kementerian Kehutanan menjelaskan, bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun api di atas tanah sudah tidak terlihat.
Karena itu, pembasahan dan pendinginan di wilayah gambut tetap dilakukan sampai petugas memastikan lokasi benar-benar aman.
Kualitas Udara dan Satwa Terdampak Jadi Perhatian
Selain pemadaman, pemerintah memantau kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikulat PM2,5. Menurut Kementerian Kehutanan, sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih menunjukkan kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan kategori berbahaya pada lokasi tertentu.
Kondisi udara dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran, konsentrasi partikulat, kondisi atmosfer, serta arah dan kecepatan angin.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi