Sampah Jadi Tabungan Warga Joglo, Bank Sampah Berdikari Bertahan Hampir 13 Tahun
Meski kegiatannya beragam, keterangan sumber belum mencantumkan jumlah sampah yang dikelola maupun pengurangan sampah yang dibuang setelah diolah. Dampak lingkungannya secara kuantitatif belum dapat disimpulkan dari informasi tersebut.
Regenerasi menjadi pekerjaan berikutnya
Anggota tim penilai Pilah Olah Sampah Heroes, Ied Sabilla, mengapresiasi kegiatan Bank Sampah Berdikari yang mencakup pemilahan dan pengolahan sampah, budidaya maggot, pertanian perkotaan, serta pembuatan lubang biopori.
Ia menilai kekompakan masyarakat dan kemampuan Marini menggerakkan warga menjadi faktor penting dalam menjaga kegiatan tersebut tetap berjalan.
“Harapannya, semangat dan kekompakan masyarakat di sini bisa menular ke yang lain, khususnya masyarakat Jakarta Barat,” kata Ied.
Bagi Marini, pengembangan berikutnya bertumpu pada keterlibatan generasi muda. Ia berharap kehadiran mereka dapat menjaga keberlangsungan pengelolaan sampah, sekaligus membuka jalan untuk membina bank sampah di RW dan kelurahan lain.
Harapan itu menjadi pekerjaan lanjutan bagi Berdikari: memastikan kebiasaan memilah, mengumpulkan, dan mengolah sampah dapat diteruskan oleh generasi pengelola berikutnya.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi