TERKINI

Negara Asia-Pasifik Bahas Deforestasi dan Pendanaan Hutan di Bali

Negara Asia-Pasifik Bahas Deforestasi dan Pendanaan Hutan di Bali
LINGKUNGAN
Biro Humas Kementerian Kehutanan
Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim Haruni Krisnawati menyampaikan sambutan pada pembukaan pertemuan regional REDD+ Asia-Pasifik di Bali, Senin (12/10/2026)

BALI, GARISBUMI.com – Negara-negara Asia-Pasifik memperkuat kerja sama untuk menangani deforestasi dan degradasi hutan melalui pertemuan regional REDD+ di Bali, 12–15 Oktober 2026. Forum ini membahas strategi perlindungan hutan, konsistensi pelaporan, serta pendanaan berbasis hasil.

Kementerian Kehutanan bersama Sekretariat Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) membuka REDD+ Community of Practice Regional Meeting for Asia-Pacific Countries pada Senin (12/10/2026).

Pertemuan tersebut mempertemukan ahli, pejabat pemerintah, dan praktisi kehutanan untuk berbagi pengalaman serta mengevaluasi pelaksanaan REDD+, pendekatan pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim Haruni Krisnawati, yang mewakili Pemerintah Indonesia dalam pembukaan, menekankan pentingnya forum tersebut untuk memperkuat tata kelola kehutanan dan kerja sama antarnegara.

“Adalah sebuah kehormatan untuk terus melindungi dan mengelola hutan secara berkelanjutan. Pertemuan ini menjadi wahana berharga untuk saling belajar dari pendekatan yang beragam, memperkuat jaringan profesional, serta menjajaki peluang kerja sama baru,” ujar Haruni.

Perkuat Pelaporan dan Pendanaan Berbasis Hasil

Pertemuan di Bali menjadi ruang pertukaran pengetahuan teknis mengenai pelaksanaan REDD+ di kawasan Asia-Pasifik setelah pertemuan pertama diselenggarakan di Brasil.

Mewakili Sekretariat UNFCCC, Team Lead AFOLU Dirk Nemitz mengatakan, lebih dari satu dekade pelaksanaan REDD+ telah memberikan pengalaman praktis dan keahlian teknis bagi negara-negara peserta.

Namun, perkembangan kebijakan internasional menuntut penguatan koordinasi, konsistensi pelaporan, dan kapasitas pelaksanaan. Perkembangan tersebut mencakup kerangka transparansi yang diperkuat atau Enhanced Transparency Framework, Pasal 6 Persetujuan Paris, serta mekanisme pendanaan berbasis hasil.

“Hasil akhir dan keberlanjutan dari forum ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif para peserta untuk mendukung implementasi nyata,” ungkap Dirk.

Selama empat hari, peserta membahas evaluasi 10 tahun pelaksanaan REDD+, penyelarasan pelaporan dan pendanaan berbasis hasil, serta penguatan pengaman atau safeguard dan sinergi Konvensi Rio.

Diskusi mengikuti kode etik UNFCCC dan Chatham House Rule untuk mendukung pertukaran pandangan yang terbuka.

Tinjau Restorasi Mangrove di Bali

Pada hari terakhir pertemuan, delegasi dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi restorasi mangrove di Bali. Lokasinya meliputi Arboretum Mangrove, Mangrove Information Center, dan Pusat Pembibitan Mangrove Wantilan.

Haruni mengundang para delegasi untuk melihat langsung upaya pemulihan ekosistem pesisir tersebut. Kunjungan lapangan menjadi bagian dari pertukaran pengalaman mengenai praktik restorasi yang dapat menjadi pembelajaran bagi negara-negara peserta.

Melalui pembahasan teknis dan pengamatan lapangan, forum ini diarahkan untuk memperkuat kerja sama dalam perlindungan hutan serta pelaksanaan REDD+ di kawasan Asia-Pasifik.

Siaran Pers Resmi: Biro Humas Kementerian Kehutanan

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Menampilkan Semua Halaman (2 Bagian)
Mode Halaman
Sebelumnya
1 2
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Mahasiswa UAD Gagas MAMBO untuk Cegah Sampah Makanan, Juara FOMUNY 2026 ARTIKEL BERIKUTNYA Stella Christie Dorong Kampus Siapkan Lulusan untuk Industri Energi Terbarukan
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
4 minggu yang lalu
1 bulan yang lalu