TERKINI

Ketika Laut Melahirkan Gunung

SERIAL GUNUNG ANAK KRAKATAU (BAGIAN 1)
Ketika Laut Melahirkan Gunung
Dokumentasi resmi BNPB/PVMBG
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

Pertarungan itu berlangsung bertahun-tahun.

Dari pulau kecil yang mudah terkikis, Anak Krakatau perlahan membentuk kerucut. Tubuhnya tersusun dari lapisan lava dan endapan hasil letusan. Satu lapisan menutup lapisan sebelumnya.

Penelitian Badan Geologi memperkirakan gunung tersebut tumbuh rata-rata sekitar empat meter setiap tahun. Pada 2000, tingginya telah mencapai sekitar 315 meter di atas permukaan laut. Volume tubuhnya diperkirakan mencapai 5,52 kilometer kubik.

Ia tumbuh cepat karena sering meletus.

Di sinilah Anak Krakatau menghadirkan kenyataan yang agak ganjil. Letusan yang ditakuti manusia justru menjadi cara gunung itu membesarkan dirinya. Tanpa letusan, tidak akan ada tambahan material. Tanpa material baru, tubuhnya tidak akan meninggi.

Namun, kehidupan ternyata tetap berani datang.

Ketika sebagian permukaan pulau mulai mendingin, tumbuhan perintis menemukan tempat untuk hidup. Gelagah muncul. Cemara laut tumbuh di lereng timur. Di sekitar pantai, tumbuhan menjalar mulai menutup sebagian pasir.

Burung dan serangga menyusul.

Mereka hidup di sebuah pulau yang tanahnya belum mapan dan sewaktu-waktu dapat kembali ditimbun abu. Setiap kali vegetasi mulai rimbun, letusan bisa datang dan memaksa kehidupan memulai lagi dari awal.

Badan Geologi mencatat suksesi tumbuhan di Anak Krakatau tidak pernah benar-benar mencapai tahap akhir. Erupsi terlalu sering mengganggunya.

Aneh memang. Gunung itu membangun kehidupan sekaligus menghancurkannya.

Alur Baca Berita Halaman 3 dari 5
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3 4 5
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Bappenas: Transformasi Hijau Harus Jadi Aksi Nyata, 5,3 Juta Pekerja Dibutuhkan pada 2029 ARTIKEL BERIKUTNYA Gunung Muda yang Tak Pernah Diam
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik JELAJAH BUMI
33 menit yang lalu
53 menit yang lalu
1 jam yang lalu