TERKINI

Ketika Laut Melahirkan Gunung

SERIAL GUNUNG ANAK KRAKATAU (BAGIAN 1)
Ketika Laut Melahirkan Gunung
Dokumentasi resmi BNPB/PVMBG
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

Pada 20 Januari 1929, pemandangannya mulai berbeda.

Di samping tiang asap, terlihat tumpukan material yang sudah muncul di atas permukaan air. Bentuknya belum seperti gunung. Hanya pulau kecil, hitam, panas, dan nyaris tanpa kehidupan.

Tetapi pulau itu bertahan.

Hari itulah yang kemudian dicatat sebagai kelahiran Gunung Anak Krakatau.

Ia lahir di tempat induknya pernah berdiri. Dari dasar laut sedalam sekitar 180 meter, material vulkanik menumpuk sampai akhirnya mencapai permukaan.

Orang kemudian memberinya nama yang sederhana: Anak Krakatau.

Nama itu terdengar seperti nama seorang bayi. Padahal kelahirannya disertai ledakan, asap, dan semburan air laut. Tempat tidurnya adalah kaldera. Suara pertamanya adalah letusan.

Usianya masih sangat muda jika dibandingkan dengan gunung-gunung lain di Indonesia. Bahkan ada orang yang lahir sebelum pulau itu muncul dan hidup cukup lama untuk menyaksikannya tumbuh menjadi gunung.

Anak Krakatau juga tumbuh dengan cara yang berbeda.

Setiap letusan membawa tambahan material. Pasir, abu, batuan pijar, dan lava menumpuk di permukaannya. Ketika lava membeku, tubuh pulau menjadi lebih kuat. Ombak tetap mengikis bagian tepinya, tetapi material baru terus datang dari perut bumi.

Kadang gunung itu menang. Kadang laut mengambil kembali bagiannya.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 5
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3 4 5
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Bappenas: Transformasi Hijau Harus Jadi Aksi Nyata, 5,3 Juta Pekerja Dibutuhkan pada 2029 ARTIKEL BERIKUTNYA Gunung Muda yang Tak Pernah Diam
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik JELAJAH BUMI
33 menit yang lalu
53 menit yang lalu
1 jam yang lalu