Kerajinan Bambu Buleleng, Gede Suarsa Raih Pendapatan Rp5 Juta Sebulan
Dalam sehari, ia mampu menghasilkan sekitar 20 pulpen bambu. Harga setiap pulpen mulai Rp25 ribu, sedangkan produk lainnya dibanderol sesuai desain dan tingkat kesulitan pengerjaan.
Pesanan masih didominasi pembeli lokal yang menghubunginya melalui WhatsApp. Namun, kerajinan tersebut juga mulai menarik perhatian pengunjung dari luar daerah dan wisatawan mancanegara yang datang ke Desa Sinabun.
Keterbatasan Tenaga Kerja Hambat Produksi
Di tengah peluang pasar, Gede masih menghadapi keterbatasan tenaga kerja. Kondisi itu membatasi kapasitas produksi sekaligus membuatnya belum dapat rutin mengikuti pameran.
“Usaha kami masih sulit mencari tenaga kerja. Jadi untuk pameran di tingkat kabupaten juga masih jarang ikut karena produk kami terbatas,” ungkapnya.
Meski demikian, produk Manasa Handycraft telah beberapa kali tampil dalam pameran tingkat kabupaten dan provinsi. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pemasaran serta memperkenalkan kerajinan dari Desa Sinabun.
Gede berharap usahanya dapat berkembang dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, ia ingin kerajinan bambu ikut menggerakkan ekonomi desa.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi