Datang Sebelum Api Datang
Tahun ini kebakaran kembali terjadi di berbagai daerah. Pemerintah sebenarnya sudah melakukan pencegahan. Ada patroli rutin, patroli terpadu, pemantauan hotspot dan operasi bersama. TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, pemerintah daerah dan masyarakat sudah turun di sejumlah wilayah. Artinya, kita tidak memulai dari nol.
Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana kekuatan itu datang lebih awal, lebih besar dan lebih terstruktur. Kalau setiap tahun kita tahu musimnya, bulan-bulannya, bahkan daerah yang berulang kali terbakar, mengapa operasi pencegahan tidak diperkuat jauh sebelum api muncul? Kita seperti punya kalender karhutla.
Di sinilah TNI dan Polri punya kekuatan penting. Mereka memiliki kemampuan mobilisasi personel, jaringan sampai daerah, disiplin komando dan pengalaman operasi lapangan. Kalau diberi tugas khusus dengan wilayah dan waktu yang jelas, kemampuan itu bisa menjadi kekuatan besar dalam pencegahan karhutla.
Bukan menggantikan Polisi Kehutanan atau Manggala Agni. Justru memperkuat mereka.
Personel bisa ditempatkan di wilayah rawan ketika hutannya masih hijau. Berpatroli, mengawasi titik rawan dan aktivitas pembukaan lahan. Kehadiran aparat saja saya kira cukup membuat orang yang berniat membawa api berpikir dua kali.
Mana yang lebih murah: menempatkan personel tiga atau empat bulan di daerah rawan, atau mengerahkan ribuan orang ketika api membesar? Patroli atau helikopter? Kalau perlu, hitung saja biaya avturnya.
Polri memiliki Operasi Aman Nusa II untuk penanggulangan bencana, termasuk karhutla. Kementerian Kehutanan juga menjalankan patroli terpadu bersama TNI, Polri dan masyarakat. Jadi yang dibutuhkan mungkin bukan sesuatu yang benar-benar baru.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi