Badung Latih Perempuan Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Jual
BADUNG, GARISBUMI.com – Pemerintah Kabupaten Badung membekali perempuan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) dengan keterampilan memanfaatkan sampah menjadi produk bernilai jual. Pelatihan ini diarahkan untuk membuka peluang usaha rumahan sekaligus mendukung pengurangan sampah.
Pelatihan Industri Rumahan bagi Perempuan tersebut digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung di Ruang Pertemuan Flamboyan, Pusat Pemerintahan Badung, Kamis (15/10/2026).
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender DP2KBP3A Badung, I Nyoman Subratha, mengatakan pelatihan bertujuan meningkatkan kreativitas peserta dalam mengolah bahan yang selama ini dianggap tidak berguna.
“Isu sampah sedang menjadi perhatian. Kami ingin sampah benar-benar bisa dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai jual,” ujar Subratha saat membuka kegiatan.
Peserta diperkenalkan pada peluang pemanfaatan sampah sebagai bahan produk kreatif. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk merintis usaha dari rumah dan membuka sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.
Menurut Subratha, pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar juga dapat memperkuat keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi produktif.
“Program ini juga menjadi salah satu langkah untuk memperkuat peran perempuan dalam kegiatan ekonomi produktif. Dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekitar, perempuan dapat mengembangkan kreativitas sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga,” katanya.
Pelatihan tersebut turut dihadiri Ketua DWP Kabupaten Badung Oliviana Surya Suamba. Melalui kegiatan ini, Pemkab Badung mendorong pemanfaatan sampah yang menghubungkan upaya menjaga lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi