Abrasi Sungai Rusak Rumah di Bongohulawa, Rencana Tanggul Baru 80 dari Kebutuhan 450 Meter
Komisi III menilai pembangunan tanggul permanen atau pemasangan bronjong menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi permukiman di sepanjang aliran sungai, terutama ketika musim penghujan.
Pilihan penanganan tersebut masih memerlukan tindak lanjut dari instansi terkait. Naskah sumber belum memuat hasil kajian teknis yang menentukan jenis konstruksi, lokasi prioritas, dan kebutuhan biaya.
DPRD akan meminta kepastian anggaran dan pekerjaan
Komisi III akan meminta penjelasan kepada pihak balai terkait mengenai jadwal penganggaran dan pelaksanaan pekerjaan di daerah irigasi Huludu Pitango.
DPRD juga mendorong agar cakupan penanganan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Apabila belum memungkinkan diselesaikan dalam satu tahun anggaran, pelaksanaan melalui skema tahun jamak atau multiyears diusulkan untuk dipertimbangkan.
Usulan tersebut belum merupakan keputusan penganggaran. Keterangan sumber juga belum menyebut kepastian waktu dimulainya pekerjaan sekitar 80 meter yang direncanakan pada tahun anggaran berjalan.
Bagi warga yang rumahnya telah terdampak, kepastian lokasi prioritas dan jadwal penanganan menjadi penting agar perlindungan permukiman dapat segera diwujudkan. Komisi III berharap hasil pengawasan lapangan ditindaklanjuti untuk mengurangi ancaman pengikisan tepi sungai terhadap rumah dan keselamatan masyarakat Bongohulawa.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi