Wisata Petik Anggur di Pejarakan Buleleng, Bisa Cicipi Sebelum Memilih
Wisatawan disarankan menghubungi pengelola melalui WhatsApp sebelum datang untuk memperoleh titik lokasi. Kebun berada di kawasan pedesaan dan tidak tepat di tepi jalan utama.
Made Sujana berharap kebun tersebut dapat menjadi tempat rekreasi keluarga sekaligus sarana pengenalan pertanian bagi anak-anak.
“Harapannya keluarga ramai-ramai datang ke sini. Anak-anak bisa belajar dan tahu bahwa di Desa Pejarakan, ketika masuk ke pedesaan, ternyata ada buah anggur impor yang dibudidayakan,” tuturnya.
Saat ini, pengelola mengutamakan kunjungan langsung karena belum mampu memenuhi permintaan pembelian daring maupun layanan bayar di tempat atau COD dalam jumlah besar.
Cuaca Memengaruhi Pembuahan dan Rasa
Menurut Made Sujana, panen dilakukan sekitar tiga bulan sekali. Omzet setiap periode panen disebut berkisar Rp18 juta atau lebih.
Namun, budidaya anggur menghadapi tantangan cuaca. Ia menjelaskan, saat musim hujan, proses pembuahan menjadi lebih sulit dan tingkat kemanisan buah cenderung menurun. Sebaliknya, pada musim panas, produksi dan rasa manis anggur dinilai lebih optimal.
Dari sisi pengembangan usaha, Pemerintah Desa Pejarakan menyatakan dukungannya melalui pendampingan dan fasilitasi promosi.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi