Stella Christie Dorong Kampus Siapkan Lulusan untuk Industri Energi Terbarukan
Stella menjelaskan, langkah tersebut sejalan dengan pendekatan problem mapping atau pemetaan persoalan yang dikembangkan Kemdiktisaintek. Persoalan nyata pemerintah dan industri menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penelitian, prioritas riset, serta peluang kerja sama dengan kampus.
“Jadi pada hari ini yang kita ingin lakukan adalah mungkin tahap satu, yaitu problem mapping dan demand mapping, jadi demand dari green energy,” katanya.
Hasil pemetaan diharapkan menjadi masukan untuk pengembangan kompetensi mahasiswa dan kolaborasi riset melalui skema pendanaan serta kerja sama yang telah tersedia.
Kenalkan Green Jobs lewat Pengalaman Praktis
METI Energi Muda juga menekankan perlunya pengenalan yang lebih konkret mengenai green jobs atau pekerjaan hijau, terutama bagi mahasiswa yang mendekati kelulusan.
Melalui Youth Renewable Energy Campaign – Renewable Energy Campus Tour, METI telah menggelar kegiatan di sejumlah wilayah, antara lain Bandung, Padang, Sulawesi Utara, Surabaya, dan Jakarta.
“Green job ini menjadi salah satu PR yang harus segera bisa terealisasikan, khususnya di Indonesia,” ujar Ketua METI Energi Muda Alif Zulviqar.
Kegiatan di kampus diarahkan untuk memberikan pengalaman praktis, termasuk pembuatan prototipe dan aktivitas yang terhubung dengan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan pengetahuan sekaligus membangun portofolio yang relevan dengan kebutuhan industri energi terbarukan.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi