TERKINI

Ongkos Menunggu Hujan

Ongkos Menunggu Hujan
INSIGHT
Dok. Redaksi GARIS BUMI
Foto liputan: Ongkos Menunggu Hujan

Aryanto, 34 tahun, diberi tanggung jawab mengurus pengairan sekitar 50 hektare lahan milik warga. Airnya diambil dari Sungai Ciwaka, diangkat dengan pompa, lalu dialirkan melalui pipa dan selang.

Saat ini, semangka di lahan sekitar lima hektare sedang dipanen. Sisanya diperuntukkan bagi padi dan sedang memasuki tahap pengolahan lahan serta penanaman. Ada hasil yang mulai dipetik, ada tanaman yang baru diusahakan. Keduanya membutuhkan air.

Untuk menggerakkan empat mesin diesel, setiap hari diperlukan sekitar 100 liter solar.

Saya berhenti sebentar pada angka itu. Seratus liter sehari. Kalau kebutuhan tersebut berlangsung sebulan, jumlahnya sekitar 3.000 liter. Itu baru bahan bakar untuk mengalirkan air, belum urusan benih, pupuk, dan pekerjaan lainnya. Kalender berganti. Mesin tetap harus diisi.

Sejak subuh, pompa sudah menderu. Ketika pipa hisap tersumbat lumpur dan sampah, Aryanto turun ke sungai untuk membersihkannya. Untuk mengalirkan air saja, pekerjaannya sudah sebanyak itu.

Mudah bagi kita menyebut Aryanto petani tangguh. Namun, setelah mendengar kebutuhan solarnya, kata tangguh terasa punya tagihan juga.

Pada Minggu, 11 Oktober, pihak BMKG Wilayah II menjelaskan musim hujan di Banten diprakirakan mulai datang pada November. Bagian paling utara Serang dan Tangerang bisa menunggu sampai akhir Desember. El Niño ikut memperpanjang periode kering.

Bagi orang yang sumber airnya masih lancar, mundur satu atau dua bulan mungkin cukup ditanggapi dengan keluhan soal panas. Di sawah, tambahan waktu itu harus dihitung dalam bahan bakar, tenaga, dan modal.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
MA
Mashudi Reporter Terverifikasi

Berfokus pada penyajian informasi mendalam, investigasi, dan jurnalisme berimbang bagi publik.

ARTIKEL SEBELUMNYA Setelah Truk Sampah Pergi
EDISI TERBARU Naskah terbaru lainnya sedang dalam kurasi redaktur.
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik INSIGHT
5 hari yang lalu
2 minggu yang lalu
1 jam yang lalu