TERKINI
SERIAL ANAK KRAKATAU (BAGIAN 3)

Malam Ketika Selat Sunda Mengirim Gelombang

Malam Ketika Selat Sunda Mengirim Gelombang
Dokumentasi resmi PVMBG/Badan Geologi Kementerian
Aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Juli 2018. Foto

Data akhir yang dicatat BNPB menyebutkan 437 orang meninggal dunia dan 1.495 orang terluka. Rumah, penginapan, tempat usaha, dan ratusan perahu mengalami kerusakan.

Di balik angka tersebut terdapat keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, nelayan yang kehilangan perahu, pekerja yang kehilangan tempat mencari nafkah, dan warga yang tidak lagi merasa aman tinggal di dekat pantai.

Anak Krakatau juga berubah drastis.

Sebelum peristiwa itu, puncaknya mencapai sekitar 338 meter di atas permukaan laut. Setelah sebagian tubuhnya runtuh, ketinggiannya tersisa sekitar 110 meter. Kerucut yang dibangun selama puluhan tahun kehilangan sebagian besar bentuknya hanya dalam satu malam.

Peristiwa tersebut membuka kelemahan lain dalam kesiapsiagaan bencana. Sistem peringatan dini tsunami ketika itu dirancang terutama untuk mendeteksi tsunami akibat gempa tektonik. Tsunami yang dipicu aktivitas vulkanik dan longsoran tidak dapat diproses secara otomatis dengan cara yang sama.

Malam 22 Desember 2018 akhirnya meninggalkan dua luka sekaligus. Luka pada masyarakat di pesisir Selat Sunda dan luka besar pada tubuh gunung yang menjadi penyebabnya.

Namun, Anak Krakatau tidak berhenti.

Di balik bagian tubuhnya yang runtuh, aktivitas vulkanik masih berlangsung. Material baru kembali dimuntahkan. Gunung yang kehilangan ketinggiannya itu perlahan mulai membangun tubuh baru. (red)

Alur Baca Berita Halaman 3 dari 4
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3 4
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Gunung Muda yang Tak Pernah Diam ARTIKEL BERIKUTNYA Setelah Runtuh, Ia Tumbuh Lagi
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik JELAJAH BUMI
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu