TERKINI

Mahasiswa UAD Gagas MAMBO untuk Cegah Sampah Makanan, Juara FOMUNY 2026

Mahasiswa UAD Gagas MAMBO untuk Cegah Sampah Makanan, Juara FOMUNY 2026
TEKNOLOGI
UAD
Dari kiri, Mohd Haisyam, Shofiana Nur Zahrowati, dan Dio Lutvi Andre menunjukkan sertifikat Juara I Writing Contest FOMUNY 2026. Ketiga mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan mengusung gagasan MAMBO, platform digital untuk menangani surplus pangan sebelum menjadi sampah makanan

YOGYAKARTA, GARISBUMI.com – Tiga mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggagas MAMBO, platform digital yang dirancang untuk menangani surplus pangan dari restoran, hotel, dan ritel sebelum menjadi sampah makanan. Gagasan tersebut mengantarkan mereka meraih Juara I Writing Contest FOMUNY 2026.

Kompetisi esai tingkat nasional itu diselenggarakan oleh Family of Mahasiswa (FOMUNY) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 12–13 September 2026 di kampus UNY, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tim UAD terdiri atas Mohd Haisyam sebagai ketua, serta Shofiana Nur Zahrowati dan Dio Lutvi Andre sebagai anggota. Ketiganya mengangkat pemanfaatan teknologi dan sistem digital untuk menjawab persoalan surplus pangan dan sampah makanan.

MAMBO Dirancang untuk Menangani Surplus Pangan

MAMBO digagas sebagai ekosistem digital yang mengintegrasikan prediksi surplus pangan, kontrol kualitas melalui pendekatan HACCP-lite, redistribusi pangan, serta kalkulator emisi metana berbasis Life Cycle Assessment (LCA).

Melalui rancangan tersebut, tim berupaya menghadirkan pendekatan yang menghubungkan penanganan kelebihan pangan dengan pengurangan dampak lingkungan. Gagasan ini menjadi bagian dari tema transformasi konsumsi dan produksi berkelanjutan melalui inovasi, edukasi, dan kolaborasi generasi muda.

Ketiga mahasiswa memiliki latar belakang keilmuan berbeda. Perbedaan itu membantu mereka menelaah persoalan dari sisi lingkungan, sosial, teknologi, dan kesehatan untuk menyusun solusi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

MAMBO masih berupa gagasan yang perlu dimatangkan. Tim berharap rancangan tersebut dapat berkembang menjadi platform yang diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.

“Target kami bukan hanya mengumpulkan prestasi, tetapi juga mengembangkan gagasan yang kami buat agar semakin matang dan aplikatif. Kami ingin menghasilkan inovasi yang tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi memiliki potensi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Haisyam.

Dua Kali Raih Juara Pertama

Prestasi tahun ini menjadi kemenangan kedua tim dalam ajang FOMUNY. Pada 2025, mereka meraih Juara I pada kategori Poster Output Esai.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan senang karena berhasil meraih Juara I untuk kedua kalinya. Pencapaian tahun ini terasa sangat spesial karena kami berhasil mempertahankan gelar tersebut di tingkat nasional,” ungkap Haisyam.

Untuk menghadapi kompetisi tahun ini, tim melakukan persiapan selama sekitar dua minggu. Mereka menyusun esai, menyiapkan materi presentasi, mendesain poster, dan berulang kali berlatih agar penyampaian setiap anggota selaras.

Tim juga memublikasikan poster melalui media sosial untuk meningkatkan interaksi berupa tanda suka dan komentar pada karya yang dilombakan.

Persiapan berlangsung di tengah sejumlah agenda yang berdekatan. Kondisi tersebut membuat pembagian tugas dan pengaturan waktu menjadi tantangan tersendiri.

“Kami harus benar-benar membagi waktu antara penyelesaian materi, latihan presentasi, penyempurnaan desain poster, dan persiapan keberangkatan. Dari situ kami belajar bahwa dalam kompetisi bukan hanya kualitas ide yang penting, tetapi juga bagaimana tim mampu mengatur waktu, membagi tugas, dan menjaga komunikasi,” kata Haisyam.

Setelah kompetisi, tim menargetkan pengembangan MAMBO agar semakin matang dan berpeluang diterapkan. Pengalaman serta jejaring yang diperoleh selama perlombaan diharapkan menjadi bekal untuk melanjutkan gagasan penanganan surplus pangan tersebut.

Siaran Pers Resmi: Kemendiktisaintek

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Menampilkan Semua Halaman (3 Bagian)
Mode Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Anggrek Neuwiedia Veratrifolia Masih Ditemukan di Bawean saat Musim Kering ARTIKEL BERIKUTNYA Negara Asia-Pasifik Bahas Deforestasi dan Pendanaan Hutan di Bali
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik TEKNOLOGI
3 hari yang lalu
2 hari yang lalu
4 hari yang lalu