Hari Santri 2026, 117 Pesantren di Jateng Bergerak Bersihkan Lingkungan
Dukungan disampaikan Haikal, santri Pesantren Roudlotul Mubtadiin. Menurutnya, gerakan tersebut menguatkan tradisi Ro’an yang sudah berjalan di lingkungan pondok.
“Karena kalau tidak bersih itu banyak kuman, lalu menyebabkan sakit. Jadinya harus selalu menjaga kebersihan. Kalau Ro’an kita setiap Jumat, bersih-bersih aula atau lorong kompleks,” katanya.
Sambut Hari Santri 22 Oktober
Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah Saiful Mujab menjelaskan, gerakan Resik-resik merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Santri pada 22 Oktober 2026. Adapun upacara peringatan tingkat provinsi dijadwalkan dipusatkan di Tegal.
Gerakan kebersihan di 117 pesantren tersebut mengusung semangat kebersamaan yang dikaitkan dengan nilai perjuangan Resolusi Jihad.
Dalam kesempatan itu, Gus Yasin turut mengingatkan peran KH Hasyim Asy’ari dalam menggelorakan semangat perjuangan santri melalui Resolusi Jihad, yang menjadi landasan sejarah peringatan Hari Santri.
Melalui kegiatan bersama ini, pesantren diharapkan terus menguatkan tradisi menjaga kebersihan sekaligus membangun kebiasaan memilah dan mendaur ulang sampah.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi