2.649 Sekolah Didorong Jalankan Aksi Lingkungan 30 Hari lewat Tobat Ekologis
JAKARTA, GARISBUMI.com – Sebanyak 2.649 sekolah didorong menjalankan aksi lingkungan dengan target terukur selama 30 hari melalui gerakan “Tobat Ekologis Menuju Sekolah Berbudaya Lingkungan”. Langkah ini mencakup pengelolaan sampah, perbaikan sanitasi, serta konservasi air, energi, dan keanekaragaman hayati.
Gerakan tersebut dideklarasikan di Jakarta, Senin (12/10/2026), untuk menandai dua dekade Program Adiwiyata. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggandeng Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menggerakkan sekolah peserta di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat menegaskan, tobat ekologis harus diwujudkan melalui perubahan perilaku dan langkah pemulihan lingkungan yang konsisten.
Menurutnya, perubahan dimulai dari kesadaran untuk mengakui kesalahan terhadap alam, menghentikan kebiasaan yang merusak, dan mengambil tanggung jawab atas dampaknya.
“Perubahan perilaku membutuhkan kesadaran moral, nilai agama, dan penegakan hukum. Kepedulian juga perlu didukung sistem yang memungkinkan masyarakat bertindak benar, termasuk sarana pengelolaan sampah dan tanggung jawab terhadap dampak lingkungan,” tegas Jumhur.
Di sekolah, prinsip tersebut perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan sehari-hari agar kepedulian peserta didik tumbuh menjadi tindakan yang terus dipelihara.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi