Dua Embung di Cipayung Tampung 36.550 Meter Kubik Air, Jadi Ruang Publik
Ruang Olahraga hingga Tampungan Tambahan
Kawasan kedua embung dilengkapi instalasi pengolahan air limbah, jalur joging, taman bermain anak, balai warga, lapangan multifungsi, serta sunken plaza atau pelataran yang dibuat lebih rendah.
Pelataran tersebut dapat digunakan untuk aktivitas masyarakat saat kondisi kering dan berfungsi sebagai tampungan air tambahan ketika hujan.
Perpaduan fasilitas itu memungkinkan kawasan embung dimanfaatkan sebagai ruang interaksi publik sekaligus infrastruktur pengendali air. Masyarakat dapat menggunakan fasilitasnya secara gratis.
Pramono meminta perawatan kawasan dilakukan dengan baik agar fungsi penampungan air dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Ia menegaskan, pengendalian banjir memerlukan pencegahan yang berkelanjutan. Pemprov DKI Jakarta karena itu terus mengembangkan embung, waduk, dan normalisasi sungai, serta melihat potensi penambahan embung di Jakarta Timur.
Warga Berharap Risiko Banjir Berkurang
Ketua RW 06 Kelurahan Cipayung, Amid Suminar, menyambut baik keberadaan kedua embung. Ia berharap fasilitas tersebut membantu mengurangi risiko banjir sekaligus menyediakan tempat berolahraga dan beraktivitas bagi warga.
“Ya, mudah-mudahan embung ini bisa bermanfaat, baik itu untuk mengantisipasi banjir-banjir dan juga bermanfaat juga untuk fasilitas olahraga, jogging dan lain sebagainya,” ujarnya.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi