Bandung Petakan Risiko Banjir dan Longsor, Warga Bantaran Sungai Diminta Siapkan Evakuasi
Genangan juga masih ditemukan di sejumlah lokasi, termasuk Margacinta dan Kopo. Di kawasan Kopo, sekitar tiga titik genangan tercatat ketika hujan deras.
Catatan tersebut menunjukkan adanya kejadian di lapangan, tetapi keterangan yang tersedia belum merinci jumlah warga terdampak, kerusakan, maupun kedalaman genangan di setiap lokasi.
Pengerukan saluran berjalan, kesiapan warga tetap diperlukan
Untuk mengurangi risiko banjir, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung melakukan pemeliharaan saluran, termasuk pengerukan sedimentasi.
Pemeliharaan itu diperlukan untuk menjaga kapasitas aliran air dan mencegah penyumbatan akibat sampah serta endapan.
Menurut Didi, mitigasi pada musim hujan perlu dilakukan melalui dua pendekatan: menjaga fungsi infrastruktur dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Pengerukan saluran merupakan bagian dari upaya tersebut, sementara warga perlu mengetahui ancaman di sekitar tempat tinggal dan langkah penyelamatannya.
Bagi warga di sekitar sungai, rencana evakuasi perlu mencakup tujuan dan cara menuju tempat aman ketika kondisi darurat terjadi. Pengamanan barang tidak boleh menunda penyelamatan diri.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi