Antisipasi Banjir Gresik, Sedimentasi Saluran dan Pompa Manual Jadi Perhatian
Menurut Ida, rumah pompa yang menjadi perhatian pemerintah daerah meliputi Pulopancikan, Kali Tutup Timur, Kali Tutup Barat, Kali Tuwo, serta dua unit di kawasan Banjarsari, di belakang kompleks Pemerintah Daerah.
“Pak Wabup mengajak tim CKPKP untuk memonitor kesiapan menghadapi musim hujan. Rumah pompa Pulopancikan menjadi salah satu titik krusial, terutama karena berkaitan dengan kondisi air pasang,” ujarnya.
Di Kali Tutup Timur, pemeriksaan mencakup rumah pompa dan pintu air yang berkaitan dengan potensi banjir di kawasan Saman Hudi. Sedimentasi pada saluran penghubung juga perlu ditangani agar aliran menuju Pulopancikan lebih lancar.
Tujuh ruas saluran direncanakan terhubung ke area pelabuhan
Di kawasan Raden Santri, Pemkab Gresik merencanakan pembangunan saluran yang menghubungkan kawasan Saman Hudi dengan area pelabuhan melalui tujuh ruas saluran.
Aliran dari kawasan tersebut direncanakan menuju Pulopancikan dan Kali Tutup Timur untuk memperkuat sistem pengendalian banjir perkotaan. Namun, keterangan pemerintah daerah belum merinci waktu pembangunan maupun kapasitas saluran yang direncanakan.
Tantangan teknis juga ditemukan pada penanganan sedimentasi di sekitar pintu air kawasan WEP yang mengarah ke utara dan Pulopancikan. Pengerukan harus memperhitungkan keberadaan tiang pancang bangunan serta keterbatasan ruang untuk mobilisasi alat berat.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi