TERKINI

WKP Gunung Endut Lebak Ditawarkan untuk Proyek Panas Bumi

WKP Gunung Endut Lebak Ditawarkan untuk Proyek Panas Bumi
Foto liputan: WKP Gunung Endut Lebak Ditawarkan untuk Proyek Panas Bumi Dok. Redaksi Garis Bumi

SERANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Endut di Kabupaten Lebak, Banten, kepada badan usaha untuk dikembangkan sebagai sumber pembangkit listrik.

Gunung Endut menjadi salah satu dari 14 WKP yang ditawarkan pemerintah. Proses tersebut dilakukan secara terbuka untuk memilih badan usaha yang memiliki kemampuan teknis, finansial, dan pengalaman dalam mengembangkan energi panas bumi.

Badan usaha yang memenangkan penawaran berhak memperoleh Izin Panas Bumi (IPB) untuk mengusahakan sumber daya panas bumi sebagai pembangkit listrik atau pemanfaatan tidak langsung.

Informasi penawaran WKP tersebut diumumkan melalui Geothermal Energy Information System (Genesis), platform digital Kementerian ESDM yang menyediakan data, layanan penawaran WKP, serta registrasi rantai pasok barang dan jasa sektor panas bumi.

Pemda Diminta Aktif Berkoordinasi

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah awal dalam pengembangan 14 WKP tersebut.

Koordinasi diperlukan untuk mencegah hambatan perizinan dan birokrasi ketika proyek mulai dijalankan.

“Untuk 14 lokasi yang kita sampaikan, proses pertama tentu saja kita berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Untuk setiap lokasi, termasuk yang sedang berjalan, komunikasi dengan pemerintah daerah harus dilakukan secepatnya,” kata Eniya, dikutip Rabu, 2 September 2026.

Keterlibatan pemerintah daerah juga dibutuhkan untuk memastikan rencana pengembangan panas bumi sesuai dengan kondisi wilayah, tata ruang, kepentingan masyarakat, serta ketentuan perlindungan lingkungan.

Potensi Panas Bumi Gunung Endut

Potensi panas bumi Gunung Endut ditandai dengan keberadaan sejumlah mata air panas yang memiliki temperatur sekitar 56 hingga 90 derajat Celsius.

Penelitian mengenai potensi panas bumi di kawasan tersebut telah dilakukan sejak lama, antara lain oleh Rezky dan tim pada 2006 serta Sugianto dan tim pada 2008.

Pada 2021, Badan Geologi melalui Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi kembali melakukan survei di Gunung Endut. Survei itu bertujuan melengkapi data geosains melalui penelitian geologi, geokimia, dan geofisika serta pemetaan menggunakan teknologi Light Detection and Ranging atau LiDAR.

Hasil penelitian menunjukkan kawasan Gunung Endut tersusun atas batuan vulkanik dan endapan permukaan berumur Tersier hingga Kuarter.

Analisis terhadap struktur geologi, citra DEMNAS, LiDAR, dan anomali densitas juga mengidentifikasi keberadaan struktur melingkar, sesar geser, sesar normal, dan lipatan batuan.

Keberadaan sesar tersebut diperkirakan menjadi jalur keluarnya fluida hidrotermal. Indikasinya terlihat dari kemunculan mata air panas dan perubahan mineral pada batuan di sekitar kawasan Gunung Endut.

Temuan tersebut menjadi bagian dari data awal untuk menilai potensi sumber daya panas bumi sebelum proyek memasuki tahapan eksplorasi dan pengembangan lebih lanjut. (red)

Sumber: Radar Banten
Reporter: Yusuf Permana

Alur Baca Berita Menampilkan Semua Halaman (5 Bagian)
Mode Halaman
Sebelumnya
1 2 3 4 5
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Jaga Kedaulatan Karbon, Pemerintah Siapkan Buku Pintar dan Batas Emisi ARTIKEL BERIKUTNYA 45 Ribu Mangrove Pulihkan 25 Hektare Pesisir Pulau Cangkir
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik ENERGI
5 jam yang lalu
17 jam yang lalu
1 hari yang lalu