TERKINI
SERIAL ANAK KRAKATAU (BAGIAN 4)

Setelah Runtuh, Ia Tumbuh Lagi

Setelah Runtuh, Ia Tumbuh Lagi
Dokumentasi resmi PVMBG/Badan Geologi Kementerian ESDM
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Februari 2022.

Bagi masyarakat pesisir, setiap kepulan asap membawa ingatan lain.

Sebelum 2018, erupsi Anak Krakatau lebih sering dipahami sebagai ancaman lontaran batu, lava, dan abu. Setelah tsunami, perhatian tidak lagi hanya tertuju ke atas kawah, tetapi juga ke lereng dan laut di sekelilingnya.

Longsoran tubuh gunung menjadi ancaman yang harus ikut diperhitungkan. Waktu dan volumenya sulit diprediksi. Longsoran bahkan dapat terjadi ketika aktivitas gunung tidak sedang meningkat tajam.

Karena itu, pemantauan Selat Sunda ikut berubah. Salah satu perangkat yang kemudian dipasang adalah PUMMA, alat pendeteksi perubahan muka air laut secara waktu nyata. Perangkat tersebut ditempatkan di Pulau Rakata, bagian dari kompleks Krakatau.

Gunung dipantau. Laut juga diawasi.

Sementara manusia memperbaiki sistem peringatan, Anak Krakatau melanjutkan pekerjaannya sendiri.

Material baru kembali menumpuk. Letusan, lontaran batu pijar, abu, dan lava secara perlahan membentuk permukaan baru. Seperti pada masa kelahirannya, gunung itu membangun tubuh dari apa yang dikeluarkan perut bumi.

Pada Februari 2022, sembilan letusan tercatat dalam satu hari. Kolom abu mencapai 800 hingga 1.000 meter di atas puncak. Ratusan gempa berfrekuensi rendah dan gempa hembusan menunjukkan adanya pergerakan fluida serta magma menuju permukaan.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Malam Ketika Selat Sunda Mengirim Gelombang ARTIKEL BERIKUTNYA Dentuman yang Kembali Menyeberangi Selat
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik JELAJAH BUMI
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu